Mereka Beli Sendiri Kaos #2019GantiPresiden, Bukan Pemberian Pihak Lain

Islamedia Peserta Car Free Day (CFD) Jakarta nampak secara kompak mengenakan kaos bertuliskan tagar #2019GantiPresiden, ahad (29/4/2018).

Warga yang mengenakan kaos tersebut sebagai hasil dari seruan Gerakan Nasional #2019GantiPresiden melalui pesan berantai lewat jejaring percakapan Whatsapp sejak sepekan lalu. 

Sejumlah peserta juga menegaskan bahwa kaos yang dikenakannya adalah hasil beli sendiri, bukan pemberian pihak lain.

"Saya beli sendiri kaos ini, bukan dikasih siapa-siapa. Saya ingin perubahan di negeri ini tahun 2019" ujar salah seorang peserta CFD Jakarta. 

Berikut suasananya.


























[islamedia].

Inilah Foto Suasana Aksi Massa dengan Kaos #2019GantiPresiden di CFD Jakarta

Islamedia - Suasana Car Free Day (CFD) Jakarta hari ahad (29/4/2018) ini dipenuhi dengan warga yang mengenakan kaos tulisan #2019GANTIPRESIDEN. Berikut foto suasananya.






















[islamedia].

Panitia Acara "Forum Untukmu Indonesia" Harus Belajar dari Alumni 212

Islamedia Forum Untukmu Indonesia menuai kecaman publik dikarenakan pihak panitia tidak siap mengatasi penumpukkan sampah. 

Para warganet menyarankan sebaiknya sebelum menggelar acara di Monas, panitia belajar dulu dengan para alumni Aksi Bela Islam 212. 

"Meski menghadirkan massa Alumni 212 dalam jumlah besar, kawasan Monas bersih dengan cepat" komentar salah seorang warganet bernama Andi.

(baca juga : Hanya "Kedipan Mata", Monas Kembali Bersih Beberapa Saat Setelah Reuni 212 Selesai).

Salah seorang netizen bernama Roza Jalin berhasil mengambil gambar suasana Monas beberapa saat setelah Reuni 212 berakhir pada 2 Desember 2017 tahun lalu.

Berbeda dengan massa Alumni 212 yang tertib dan panitia penyelenggara yang sigap, acara Forum Untukmu Indonesia justru menyisakan sampah di Monas. 

Kawasan Monumen Nasional Jakarta dibanjiri sampah. Sampah-sampah itu berasal usai acara kegiatan pesta rakyat dan bagi-bagi sembako yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia.

Hingga Sabtu sore (28/4/2018), pantauan di lingkungan Tugu Monas, sampah-sampah berserakan. Hal ini terlihat mulai dari pintu masuk hingga ke lapangan.

(baca juga : Acara Forum Untukmu Indonesia Tinggalkan Lautan Sampah di Monas).

[islamedia]

Acara Forum Untukmu Indonesia Tinggalkan Lautan Sampah di Monas

Islamedia Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dibanjiri sampah. Sampah-sampah itu berasal usai acara kegiatan pesta rakyat dan bagi-bagi sembako yang diselenggarakan Forum Untukmu Indonesia.

Hingga Sabtu sore (28/4/2018), pantauan di lingkungan Tugu Monas, sampah-sampah berserakan. Hal ini terlihat mulai dari pintu masuk hingga ke lapangan.

Berbagai jenis sampah seperti bungkus plastik, kardus, botol plastik, styrofoam bekas wadah makanan menghiasi aspal dan rumput yang berada di Monas.

Salah satu petugas dari Pemrov DKI Jakarta yang membersihkan bernama Deni Irawan mengaku, bersama tim lainnya, tidak henti-hentinya membersihkan sampah di sekitar lingkungan Monas sejak pukul 15.00 WIB.

Deni mengatakan, jumlah sampah ini lebih banyak dibanding hari-hari biasa. "Banyak banget. Saya sudah berapa kali ngiterin, bersihin," kata dia.

"Rata-rata sampah bekas makanan dan minuman," sambung dia. Diapun menyesali perilaku pengunjung yang kurang memperhatikan kebersihan.

"Seharusnya kan bisa dikumpul di satu titik. Nggak kaya begini. Kita jadi capek bersihinnya. Saya nggak tahu ini selesai sampai jam berapa," jelas Deni seperti dikutip dari liputan6.com.[islamedia].

Penghina Nabi Ini Akhirnya Ditangkap Polisi, Begini Penampakannya

Islamedia Penista Agama Islam dan penghina Nabi Muhammad akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian setelah mendapat laporan dari warga.

"Alhamdulillah si penghina Rasulullah Rendra Hadi Kurniawan sudah ditangkap dan ditahan di polres Mojosari. Info falid dari mbak Irawati Moerid yg sudah datang ke rumahnya" tulis netizen bernama Putu Nova Irawan melalui akun Facebook pribadinya, kamis(26/4/2018).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Islamedia, pria tersebut bernama Rendra Hadi Kurniawan berdomisili di desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Melalui akun Facebook pribadinya, Rendra melakukan video live streaming dan melontarkan kalimat ujaran kebencian terhadap agama Islam dan Nabi Muhammad.

Dalam video berdurasi 7:32, Rendra nampak sedang mengendarai sebuah mobil dan melontarkan caci maki terhadap Nabi Muhammad, pemeluk Islam dan bahkan mencaci maki Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

(baca : Pria Ini Terang-Terangan Menista Agama Islam dan Hina Nabi Muhammad).

Berikut foto saat Rendra ditangkap oleh polisi.
Penampakan Rendra Hadi Kurniawan Saat Ditangkap

Rendra Hadi Kurniawan di kantor polisi saat di interogasi


[islamedia]

Survei Pilgub Jabar Terbaru : Pasangan ASYIK Sudrajat-Syaikhu Unggul

Islamedia Lembaga Survei Indonesia Develoment Monitoring (IDM) mengumumkan hasil survei terbarunya tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Hasil terbaru pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu atau yang dikenal dengan ASYIK unggul dibanding calon lainnya.

Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi mengungkapkan bahwa survei dibagi menjadi 3 kategori pemilih yakni dari Pantura, Priangan dan Pamalayon. Hasilnya, elektabilitas Asyik di Pantura mencapai 31 persen.

Firman memaparkan bahwa saat responden diberikan pertanyaan siapa yang akan dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, sebanyak 31,2% responden memilih pasangan ASYIK. Sedangkan Deddy-Dedi 26,3%, Disusul Hasanah 20,7%, Rindu 11,3% dan warga yang tidak memilih 10,5 persen.

Pada basis pemilih Priangan, pasangan Asyik meraih 35,6%, Rindu 25,3%, Hasanah 10,7%, Dua DM 16,3% dan tidak memilih 5,8%. Pasangan ASYIK juga unggul di Pamalayon dengan 33,3%, disusul Dua DM 21,6%, Hasanah 19,4%, Rindu 17,6% dan tidak memilih sebanyak 8,1%.

“Hasil ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, pasangan Asyik dianggap respentatif dari orang Priangan-Cirebonan. Latar belakang Sudrajat sebagai orang Sumedang dan Syaikhu dari Cirebon menjadi faktor utama pilihan responden,” ujar Firman seperti dilansir JawaPos.com, Selasa (24/4/2018).

Sedangkan untuk Sumedang menurut Firman dalam pandangan responden merupakan trah terakhir dari kerajaan Sunda. Sehingga ketika responden ditanya siapa orang ‘sunda asli’ maka responden merujuk kepada Sudrajat.

“Figur Syaikhu yang berasal dari Cirebon juga turut mendongrak pilihan responden karena dalam pandangan responden syiar Islam di Jawa Barat berasal dari Cirebon,” jelas Firman.

Lebih lanjut, Firman menejelaskan bahwa latar belakang profesi juga menjadi rujukan responden. Sudrajat yang berasal dari militer dan Syaikhu yang berlatar belakang birokrat dianggap sebagai pasangan yang ideal untuk memimpin Jabar.

“Responden menilai pasangan Asyik mampu mewujudkan harapan masyarakat yaitu terbukanya lapangan kerja, kemudahan usaha serta pengendalian terhadap harga-harga kebutuhan pokok,” jelas Firman.

Selain mesin partai, Firman menganggap figur Prabowo Subianto juga menjadi salah satu faktor pilihan responden terhadap pasangan Asyik.

Perlu diketahui, survei digelar IDM dilaksanakan pada tanggal 2-15 April 2018 dengan melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan sembilan kota di Jabar, mengunakan metode multistage random sampling, margin of error sebesar kurang lebih 2,1 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dibagi tiga kelompok teritorial yakni Pantura (Bekas Keresiden Cirebonan) meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon dan Kabupatsn Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan. Jumlah responden sebesar 21,3 persen.

Kemudian Pariangan meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Kabupaten Pangandaran. Jumlah responden sebesar 51.8 persen.

Sementara Pamalayon atau kota/kabupaten penyangga DKI Jakarta meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Dalam Pilgub Jabar 2018 ini tercatat ada 4 paslon, yakni Ridwal Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu), Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan Tubagus Hasanuddin- Anton Charliyan (Hasanah).[islamedia].

Pria Ini Terang-Terangan Menista Agama Islam dan Hina Nabi Muhammad

Islamedia Beredar video viral yang berisi ujaran kebencian terhadap Agama Islam dan Nabi Muhammad yang dilakukan oleh pria yang diduka berdomisili di Mojokerto Jawa Timur.

Dalam video berdurasi 7:32, Rendra nampak sedang mengendarai sebuah mobil dan melontarkan caci maki terhadap Nabi Muhammad, pemeluk Islam dan bahkan mencaci maki Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab.

Para netizen berharap pihak kepolisian untuk segera menangkap pria yang ada dalam video tersebut, karena secara terbuka dan terang-terangan melakukan penistaan terhadap Agama Islam

"Orang ini sudah sangat keterlaluan menghina nabi muhammad mohon pak Polisi segera tangkap dan adili orang ini" tulis netizen bernama Umar Said melalui akun Facebook pribadinya, rabu(25/4/2018).

Berikut ini video penistaan agama Islam dan penghinaan terhadap Nabi Muhammad yang dilakukan pria tersebut.


[islamedia]

Paguyuban Paranormal Minta Bantuan Gaib Menangkan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi

Islamedia Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, Sejumlah Paranormal yang tergabung dalam Paguyupan Paranormal Sunda ternyata mendukung pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi. 

Ketua Paguyuban Paranormal Jabar, Tubagus Zunaedi mengatakan Jawa Barat perlu pemimpin yang bisa melakukan perbaikan di berbagai sektor terutama dalam hal mengembalikan jati diri masyarakat dan budaya sunda yang sedikit demi sedikit mulai terkikis.

"Jabar perlu sosok pemimpin baru yang bisa mengembalikan budaya sunda menjadi prinsip dasar kehidupan," kata Tubagus di Bale Dago, Jalan Awiligar, seperti dilansir merdeka, Senin (23/4/2018).

Tubagus bahkan mengaku sudah melakukan penerawangan melalui mata batin serta meramalkan jika pada satu waktu akan datang tokoh asli sunda yang akan menyelamatkan kembali kejayaan budaya sunda.

Disinggung mengenai calon yang dimaksud, ia mengaku akan mendukung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Untuk mewujudkan keyakinan tersebut, Paguyuban Paranormal Sunda akan meminta bantuan gaib.

Para Paranormal ini jika nantinya Deddy Mizwar dan Deddi Mulyadi memimpin Jawa Barat, kemakmuran dan kejayaan masyarakat Sunda seperti saat dulu dipimpin oleh Prabu Siliwangi akan kembali.

"Inilah sikap politik kami sebagai warga Jawa Barat yang memiliki hak untuk berpolitik. Kami yakin, dengan bantuan kemampuan dan dorongan doa dari kami Paguyuban Paranormal Sunda, Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi menjadi pemimpin Jawa Barat selanjutnya," papar Tubagus. [bal]

Dari 9 Nama, Aher Kader PKS yang Tepat Dampingi Prabowo

Prabowo Aher
Islamedia Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno berpendapat seandainya Partai Gerindra harus memilih satu dari 9 nama yang diusulkan PKS, maka Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merupakan pilihan realistis. 

Menurut Adi sosok Aher yang bersih dengan banyak pencapaian positif serta tidak pernah disangkutpautkan dengan tindakan korupsi. Dengan pencapaiannya, Aher memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi dibanding delapan kandidat lain. 

Tidak kalah penting, sosok Aher relatif dapat diterima di semua kalangan di internal PKS dan yang sesuatu keistimewaan lainnya Aher merupakan gubernur Jawa Barat dengan jumlah pemilih terbanyak di seluruh provinsi Indonesia, yakni sekitar 34 juta. 

"Ini penting sebagai keuntungan demografi elektoral," papar direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia seperti dilansir republika, Ahad (22/4/2018).

(baca juga : Mayoritas Publik Lebih Memilih Aher Dibanding Anis)

Seperti diketahui PKS turut mencalonkan nama lain, yakni Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid; mantan presiden PKS, Anis Matta; Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno. Ada juga Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman; Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufrie; mantan presiden PKS, Tifatul Sembiring; Ketua DPP PKS, Al Muzammil Yusuf; dan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera. [islamedia]

Maafkan Ayah yang Sok Tau

Islamedia - Seorang ayah sedang memeriksa buku PR anaknya.

"Loh kok PR Matematikanya belum di kerjakan? Bukankah ini PR untuk besok? Kenapa kakak tidak segera mengerjakanya?"
Tanya sang ayah dengan lembut
Anak kelas 3 SD itu menjawab.
"Sebentar Yah, aku kerjakan sebentar lagi"
Katanya juga dengan suara yang lembut.

"Jangan begitu dong, PR besok harus dikerjakan sekarang, tidak ada waktu lagi, Ayo Kerjakan!!!"
Ayah yang peduli itu mulai memerintahkan dengan suara yang lebih tinggi dan dengan tatapan yang lebih tajam.

Anak kecil usia 8 tahun itu tidak memiliki kekuatan untuk melawan. Dengan langkah yang berat diapun menggambil buku dan pena, lalu mulai mengerjakan PR-nya.
Satu, dua soal mulai dikerjakan. Dinomor berikutnya dia nampak tidak konsentrasi, hitungan sederhanapun nampak seperti hitungan matematika yang rumit.

"4 X 8 berapa?" Ayahnya bertanya.

Anak itu menatap langit-langit rumah dan menjawab:
"30, eh salah"
Katanya melihat ayahnya menatap dengan sorot mata heran bercampur marah.

"Bagaimana kakak ini, 4 X 8 saja tidak bisa. Kakak kan sudah kelas 3, masa harus turun lagi ke kelas 2 atau ke kelas 1? Ayo jawab cepat : berapa 4 X 8 ?"

Suasana belajar telah berubah menjadi pengadilan atau ruang interogasi, pertanyaan-pertanyaan dilontarkan dengan cepat dan dengan nada yang tidak bersahabat.
Ayah dan anak telah berganti peran menjadi musuh yang berhadapan, namun sangat tak seimbang. Seperti nabi Daud melawan raksasa Jalut.

Dengan air mata yang mengalir dipipi, anak kecil itu berhasil juga mengerjakan PR nya yang hanya berjumlah 10 soal selama 2 jam. Lalu dia pergi ke kamar tidur dengan wajah tertuduk seperti seorang petinju yang babak belur dihabisi lawan. Atau seperti Sang Kapten bola yang gagal mengeksekusi pinalti di final kejuaraan sepak bola dunia.

Yah, itulah mereka yang kalah atau dikalahkan.
Mereka yang mengerjakan sesuatu atas pesanan dan tak tersisa ruang untuk mengekspresikan dirinya.
Harus sekarang, dengan cara saya dan ukuran yang saya tetapkan, diluar itu apapun yang dihasilkan tak masuk hitungan.

.........

Dengan rasa penasaran yang menggantung, ayah yang peduli itu menengok anaknya di tempat tidur.
Ketika itu emosinya sudah reda dan dia merasakan sedikit rasa bersalah didalam hatinya.
Diapun bertanya kepada anaknya.
"Kakak, kenapa sih, kenapa tadi tidak punya perhatian kepada pelajaran?
Ayah tau kakak pintar, tapi kenapa PR tidak dikerjakan?
Kok 4 X 8 saja kakak tidak bisa jawab?"

Anak kecil itupun kemudian menjawab, masih dengan mata yang sembab.
"Ayah, waktu ayah menyuruh mengerjakan PR, kakak sedang ngafalin hadits. Besok malam, malam minggu, ada tampilan anak-anak TPA. Anak-anak Ikhwan di kelompok kakak harus menampilkan hafalan 20 hadits. Kakak yang ditunjuk Ustadz untuk menjadi pemimpinya. Kelompok kakak ada 5 orang, masing-masing harus hafal 4 hadits. Tapi, kakak kan yang jadi pemimpin, kalau ada teman yang lupa, kakak harus mengingatkanya, supaya dapat nilai bagus dari Ustadz"

"Waktu ayah nyuruh kakak mengerjakan PR tadi, kakak sedangan menghafal hadits.Sudah 18 hadits, ayah. Tinggal 2 hadits lagi yang kakak belum hafal. Asalnya, kalau udah hafal yang 2 hadits itu, kakak langsung ngerjakan PR" Katanya sambil menatap wajah ayahnya.

Ayah yang termangu sejak tadi itupun segera memeluk anaknya dan berkata:
" Maafkan ayah ya, maafkan ayah yang sok tahu".

Karya:
Ustadz Budi Prayitno

Utang Terbayar Lewat Sedekah

IslamediaUsai seminar "Kembali Ke Titik Nol" di Kediri Jawa Timur 14 Mei lalu saya mampir ke outlet kaos milik Rizky Kana Oksamal yang testimoni hijrahnya saya tampilkan di cover belakang buku "Mencari Jalan Pulang".

Usaha kaos gapleknya sempat ngedrop ketika dia memulai usaha dengan pinjaman riba, membuka outlet yang besar padahal penjualan belum stabil sementara tagihan cicilan dan bunganya gak mau ngerti, berani utang ya harus berani bayar... gak bisa bayar tukang tagih utang mereka kirimkan! Hehe..

"Utang saya hanya puluhan juta waktu itu mas, tapi kalau pemasukan seret ya dah pusing aja bayar cicilannya. Sampai kalau di rumah kerjaan saya ngumpet terus, saya pesen ke orang rumah kalau tukang tagih datang saya gak ada, padahal saya ngumpet di kamar.. bener deh utang itu bikin terhina di siang hari dan gelisah di malam hari!" Kata Rizky waktu itu.

Terus gimana caramu lepas dari jeratannya?

"Saya memilih menutup outlet yang gede dan bersumber dari utang riba itu, pindah ke tempat yang lebih kecil yang penting bisa mengurangi beban usaha setiap hari. Tiap hari juga terus usaha dan berdoa, gimana yaa menemukan cara nglunasin utangnya.. tapi kok gak ketemu juga! Dunia rasanya buntu!"

Mmm.. perasaan jenuh, lelah, bosan dikejar utang pasti di alami semua orang, makanya saya selalu ngingetin kalau mau lunas utang ngandelin usaha kita saja ya bakal susah! Yang bener ngandelin ALLAH, Yang Maha Pemilik Solusi!

Nih kisah selanjutnya..

"Waktu itu saya dapet pesanan kaos dari salah satu instansi di luar Kediri mas, langsung saya kebuut biar cepat selesai, hari H sesuai jadwal naik motor saya anter ke kotanya, apesnya saya telat dua jam sampai disana. Langsung deh datang-datang saya disidang sama mereka, telat dua jam aja dijadikan alasan seolah-olah kaos kerjaan saya ini dah gak ada artinya, dan mereka gak mau bayar pelunasan kaosnya sebanyak 2 juta.. " lanjut Rizky.

Haiyah! Banyak nih oknum konsumen bandel kayak gini.. dia akan mencari-cari kesalahan kita biar dapat diskon atau kompensasi lainnya..

Terus gimana tuh?

"Pas saya lagi disidang oleh mereka, tiba-tiba datang truk membawa kayu ke kantor itu, sopirnya turun dan memberikan amplop kepada orang di depan saya. Ini pasti duit sogokan, atau setoran gak jelas! Karena sopir itu pergi begitu saja tanpa banyak bicara.. yang bikin saya shock mas, amplop itu setelah diitung langsung dikasihkan ke saya isinya uang 1 juta, sambil dia ngomong kalau mau membayar kaos yang telat ini tapi hanya setengah saja dari total kekurangannya. 
Duuuh.. saya dah males banget di ruangan itu, sudah uangnya dari sogokan, bayar kaos ditawar habis-habisan! Udah lah langsung saya terima saja, daripada ribet urusan dengan orang-orang kayak gitu!"
Gak semua orang bisa pasrah gitu lho ky.. hehe yang banyak malah bakal emosi!

"Bener itu mas, sepanjang jalan pulang saya mikir uang dalam amplop itu uang panas, walaupun itu hak saya tapi kok saya gak sreg untuk memegangnya.. akhirnya mas saya memilih mampir ke sebuah panti asuhan, dan uang itu saya sedekahkan semua. Sudahlah biar saya saja yang menanggung ruginya.."

Mmm.. keren nih! Pasti ALLAH tidak akan tinggal diam dengan keputusannya. Janji ALLAH jelas banget di Al Quran surat Al Baqarah 276, bahwa ALLAH akan memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah... hey! Apakah ALLAH pernah ingkar janji?

"Saya gak ngarep apapun dari sedekah itu, tapi Masya ALLAH memang benar kalau pertolongan ALLAH itu dekat mas. Seminggu kemudian saya dihubungi kawan lama saya, dia mau bikin event gede di Kediri, kliennya sebuah perusahaan semen besar di Jawa Timur, dia mencari partner EO lokal, nah saya dulu pernah kerja di EO, terus dia nawarin saya untuk membantunya. Ketika proposal event lokal itu diemail saya bengong mas, tercantum disitu total biaya 290 juta, dan fee untuk EO Lokal 20% nya.. Allahu Akbar!! Saya langsung kerjakan semua tugasnya, beres semuanya sampai event itu selesai.. ketika fee itu cair saya langsung gunakan semuanya untuk bayar utang bank, utang saya lunasss nas!! Bahkan ada sisa uangnya untuk tambahan modal bisnis kaos saya..."

Toko kaos Rizky Kediri


ALLAH tak pernah ingkar janji kawan! Rizky membuktikannya.. Kau suburkan sedekah, maka utang ribamu ALLAH musnahkan.. lunasss!!

Itulah kekuatan doa dan sedekah, kita ini banyak dosa yang bikin banyak doa kita terpental gak tembus langit! Namun lewat sedekah yang ikhlas karena ALLAH, doa-doa kita bisa terkabulkan lewat mulut-mulut mungil anak yatim dan orang-orang lemah yang diam-diam mendoakan kita... tembusss langit!

Sebelum pulang ke Jogja saya membeli kaos di outletnya, pantang minta gratisan! Ini soal mental hehe.. ikut seneng kaos gaplek bisa menjual minimal 1000 kaos tiap bulannya. Testimoni Rizky sudah tercetak di cover buku saya, agar jadi semangat untuk kalian semua menemukan jalan pulang..

Salam,

Saptuari Sugihato
Dipublikasikan pertama di Group FB Belajar Wirausaha Bareng Saptuari.

[islamedia]

Orang yang Berbeda, Penghina Kartini di Facebook Bukan Kader PKS


Islamedia Akun atas nama Ahmada Al Fatih menulis status yang menyudutkan RA Kartini, pahlawan emansipasi perempuan Indonesia dari Jepara, Jawa Tengah.

Status yang ditulis Ahmada itu menuai kecaman publik karena menyebut Kartini sebagai pemuas se*s Belanda dan kemudian malahan diangkat jadi pahlawan.  Selain status tak pantas itu, Ahmada juga memasang foto pria yang mengenakan jas putih PKS. Alhasil, tak sedikit netizen yang membully PKS karena postingan Ahmada itu.

Seperti dilansir kumparan, ternyata diperoleh informasi bahwa foto yang mengenakan jas putih PKS ternyata bukanlah Ahmada, namun salah seorang Caleg PKS Aceh Timur.

Jubir PKS Dedi Supriadi lalu memberikan foto asli dan nama orang yang dipasang pelaku Ahmada. Foto yang dicatut akun Ahmada itu aslinya bernama Sayed Mansur. Dia adalah caleg DPRK Aceh Timur. Status yang ditulisnya juga soal pemuda, tak ada urusan dengan Kartini.


Foto Sayed Mansur Dipasang Bersama Status Ahmada Al Fatih tentang Kartini 


Dedi lalu meminta publik agar tak mudah terpengaruh dengan akun-akun yang mengatasnamakan PKS. Dia memastikan akun Ahmada itu anonim alias tidak jelas. Lagipula Ahmada kerap memposting bendera partai lain juga.[islamedia].

Kaos #2019TETAPJOKOWI Dibagikan Gratis di CFD Jakarta


Islamedia Para pendukung Presiden Joko Widodo melakukan peluncuran gerakan Jutaan KTP Dukung Joko Widodo di Pilpres 2019 dan membagikan kaos #2019TETAPJOKOWI kepada peserta Car Free Day (CFD) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, ahad (22/4/2018).

Syarat untuk mendapatkan kaos gratis #2019TETAPJOKOWI, peserta terlebih dahulu harus menukarkan fotokopi KTP-nya.

Selain tulisan #2019TETAPJOKOWI pada bagian depan kaos, terdapat pula tulisan berwarna merah yang berbunyi "Jutaan Relawan Dukung JKW".

Koordinator aksi Sylver Maturina mengatakan baju ini dibagikan untuk masyarakat yang mendukung Jokowi. Ia juga menampik kelak KTP itu akan disalahgunakan.



"Ada sebanyak 1000 (kaos) dan sudah habis. Kaos ini adalah untuk simbolisasi bahwa kita lakukan kampanye jutaan kampanye nasional mendukung Jokowi. KTP ini juga bukan untuk seseorang calon legistlatif atau untuk kepentingan apapun. Jadi, KTP ini akan dijaga kerahasiannya," klaim Sylver seperti dilansir detik.

Sylver mengatakan para relawan juga akan melakukan long march dari Patung Kuda hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk mendeklarasikan dukungan. Sambil long march para relawan juga akan memungut sampah di sepanjang jalan menuju Bundaran HI.[islamedia].

Wibawa dan Penuh Izzah, Penampilan Anies Baswedan Saat Bertemu Erdogan

Islamedia - Sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang sangat fenomenal, setiap unggahan foto aktivitasnya di halaman Facebook pribadinya menuai kekaguman para warganet.

Foto terbaru adalah saat Anies bertemu dengan Presiden Turki Receb Tayyib Erdogan saat berkunjung ke Turki, Jum'at(20/4/2018).

Penampilan Anies sangat bersahaja dan penuh wibawa saat berdialog dengan Pimpinan Tertinggi Turki tersebut.

Beriku ini adalah foto-foto saat Anies disambut hangat oleh Erdogan.




[islamedia].